Bila kita ditanya, bagian mana sih yang sulit untuk ditulis? Atau kesulitan apa sih yang pertama kali dialami saat menulis. Kita sebagai penulis pemula pasti menjawab, saat memulai tulisan. Kenapa begitu? Karena ketika kita menulis hal pertama yang muncul dipikiran kita adalah apa yang akan kita bahas. Mau nulis apa ya? Kata-kata awalnya bagaimana ya? Atau mulainya dari mana ya? Seperti itulah pertanyaan yang sering muncul.
Padahal di kepala kita sudah banyak kata-kata yang berdesakan ingin keluar. Sudah banyak topik-topik bahasan yang ingin kita bagikan. Namun, rasanya susah sekali untuk menuangkannya. Rasanya belum pede. Takut tulisan kita tidak bagus dan kurang enak dibaca. Nah, ini yang harus luruskan.
Sebenarnya menulis itu adalah aktivitas yang ada di dalam dunia kreatif atau yang sekarang kita kenal dengan Dunia Kepenulisan. Aktivitas yang sangat mengasyikan karena kita dapat menuangkan segala ide dan pengalaman kita melalui sebuah goresan. Artinya, kita dapat menuangkan segala pemikiran kita ke dalam tulisan itu. Tidak perlu merasa takut karena jika kita takut mencoba sesuatu, maka kita tak akan pernah tahu banyak hal. Nah, bagi kamu yang masih bingung ingin menulis apa. Mungkin karena terlalu banyak ide atau malah lagi buntu ide. Kamu bisa coba tips ini untuk memulai:
1.Memilih Topik Tulisan
Yang pertama adalah memilih topik. Topik yang kita pilih sebaiknya yang benar-benar kita kuasai seperti kegiatan sehari-hari. Misalnya kita hobi Traveling, maka kita dapat menulis pengalaman yang kita lihat dan rasakan. Contohnya seperti apakah objek wisata yang kita kunjungi, peristiwa apa yang membuat kita terkesan atau apa yang menarik dari tempat itu. Kita dapat memberikan data secara lengkap mengenai objek wisata tersebut, sehingga pembaca dapat merasakan manfaat dari informasi yang disampaikan.
2.Kerangka Tulisan
Kedua adalah kerangka tulisan. Biasanya, pada bagian ini sebagian besar penulis membuat beberapa tahapan bahan dasar dari artikel yang akan ditulis, menyiapkan pesan penting yang akan disisipkan sebagai esensi dari tulisannya, dan ada juga yang menyisipkan beberapa quote sebagai kesan atau pesan tak langsung dari si penulis agar pembaca mudah mengingatnya.
Mencari Referensi Data
Lalu mencari referensi. Referensi data adalah hal yang sangat penting dalam menulis atau membuat tulisan, karena dengan adanya referensi data yang valid maka tulisan yang dibuat oleh kita akan semakin memperkuat kredibilitas pembaca terhadap informasi yang disampaikan. Bahkan, penulis fiksi pun kadang tetap memerlukan referensi data yang akan mendukung tulisannya.
Menuangkan Tulisan
Jika ketiga hal di atas sudah terpenuhi maka mulailah menulis. Pastikan kita dalam keadaan ternyaman agar fokus pikiran hanya tertuju pada pembahasan yang ingin dituliskan. Munculkan niatan kita di dalam hati, bahwa kita menulis untuk berbagi manfaat dan ilmu. Menulislah dengan menggunakan gaya bahasa dan ciri khas kita, agar pembaca dapat mengenal kita tanpa perlu dijelaskan siapa kita.
3.Memilih Foto dan Judul
Selanjutnya memilih foto dan judul. Foto dan judul adalah daya tarik bagi setiap orang untuk membaca sebuah tulisan. Melalui judul kita dapat membuat pembaca penasaran dengan isi dari tulisan kita dan melalui foto kita dapat membawa pembaca ikut berimajinasi dengan apa yang kita tulis. Maka memilih judul yang menarik dan tidak keluar dari konteks isi tulisan adalah salah satu hal yang penting. Sama halnya dengan foto, tidak boleh sembarangan. Memilih foto yang berkualitas dan mencerminkan isi dari tulisan akan mendukung penyampaian informasi kepada pembaca.
4.Mengedit Tulisan
Ini adalah tahapan terakhir dalam menulis, namun juga sangat penting. Pada tahapan ini, kesempurnaan sebuah tulisan akan ditentukan melalui proses penyuntingan tulisan. Sangat diperlukan pengecekan berulang kali agar tidak terjadi kesalahan dalam penulisan kata perkata, kalimat yang kurang lengkap, atau kata yang harus dicetak tebal (Bold) atau miring (Italic). Ketelitian dalam proses menulis akan menambah nilai bagi sebuah tulisan.
Lewat aktivitas menulis ini kita juga dapat mentransformasikan gagasan atau isi pemikiran kita ke dalam simbol-simbol yang dapat dibaca dan dipahami oleh orang lain. Secara umum, kategori tujuan menulis dijabarkan sebagai berikut:
1.Memberitahukan atau Menjelaskan
Tujuan menulis yang pertama itu untuk memberitahu atau menjelaskan sesuatu yang biasa disebut dengan karangan eksposisi. Karangan eksposisi itu apa sih kak? Karangan eksposisi itu adalah salah satu dari jenis-jenis karangan yang berisi informasi atau pengetahuan yang disajikan secara singkat, akurat, dan padat.
2.Meyakinkan atau Mendesak
Nah, tujuan menulis yang kedua ini biasanya terjadi di kehidupan kita sehari-hari.Tujuan yang kedua yaitu untuk meyakinkan pembaca bahwa apa yang disampaikan penulis benar, sehingga penulis berharap pembaca mau mengikuti pendapat penulis. Sama halnya ketika teman-teman sedang beradu pendapat dengan lawan bicara kalian.
3.Menceritakan Sesuatu
Tujuan yang ketiga biasanya berbentuk tulisan yang menceritakan suatu kejadian kepada pembaca atau biasa disebut dengan karangan narasi. Teman-teman pasti suka membaca novel ‘kan? Novel itu termasuk karang narasi loh … Karangan narasi itu apa sih kak? Karangan narasi adalah sebuah karangan yang menceritakan suatu kejadian atau peristiwa dengan kronologi waktu yang jelas. Selain itu, karangan narasi ini punya tujuan untuk menghibur dan menyenangkan teman-teman yang membaca.
4.Mempengaruhi Pembaca
Tujuan menulis yang keempat yaitu, suatu tulisan kadang digunakan untuk mempengaruhi atau membujuk pembaca agar bisa mengikuti kehendak penulis.
5.Menggambarkan Sesuatu
Tujuan menulis yang terakhir ini yaitu, untuk membuat pembaca seakan-akan melihat dan merasakan sesuatu yang diceritakan oleh penulis dalam tulisannya.
Bagi seorang penulis pemula, kegiatan menulis ini memiliki manfaat dalam meningkatkan kemampuan menulis agar menjadi lebih andal dan memperlancar proses belajar mengajar. Beberapa manfaat yang dapat kita peroleh, yaitu:
-Memperbanyak dan meningkatkan pertumbuhan dan pembendaharaan kosa kata.
-Meningkatkan kemampuan dalam menulis dan menyusun sebuah kalimat.
-Meningkatkan kemampuan untuk mengatur dan mengorganisasikan beragam bentuk susunan kalimat.
-Meningkatkan kemampuan dalam membedakan antara bahasa lisan dan bahasa tulisan.
-Mendorong penulis untuk mengmbangkan/menciptakan gaya penulisannya sendiri dan terbiasa menyusun kalimat menggunakan gagasannya sendiri.
Kira-kira sampai di sini apakah teman-teman sudah paham apa saja tips memulai tulisan? Apakah dari kalian ada yang merasa tertantang untuk mencobanya? Atau ada yang sudah menulis tapi masih merasa kurang dengan hasil tulisannya? Apakah kalian sudah menerapkan beberapa caranya? Jika belum sebaiknya mulailah mencoba menerapkannya dari sekarang. Selamat mencoba!