TIPS MUDAH MENULIS BUKU CERITA ANAK
Bersama AYUWIDYA

PENGERTIAN SEDERHANA BUKU CERITA ANAK🍭
Dalam pembahasan ini, buku cerita anak adalah buku cerita berilustrasi yang ditujukan untuk dibaca anak-anak dari usia batita sampai SD.
MENULIS SESUAI KATEGORI ANAK 🍭
Sebelum menulis buku cerita anak, Anda perlu menentukan, buku yang Anda tulis untuk anak di kategori mana. Sebab, cara menulis untuk setiap kategori berbeda. Kenapa berbeda? karena proses penyerapan informasi di tiap tahap perkembangan anak berbeda.
Berikut rangkuman saya tentang kaidah menulis buku anak per kategori yang disesuaikan dengan tahap perkembangan mereka:
BATITA
Buku cerita batita akan dibacakan, batita mendengar dan memperhatikan gambar. Buku batita umumnya board book. Terbuat dari board yang ringan agar halamannya mudah dibalik tangan batita dan tidak menggores jari seperti kertas, sudut dibuat melengkung sehingga tidak menusuk. Sudah pasti, Anda hanya punya sedikit lembar untuk cerita. Jika Anda paksakan menulis dengan banyak lembar, buku jadi tebal dan tidak nyaman dipegang balita. Perlu bantuan untuk menggunakan buku atraktif (pop up, lift flap, sound book, pull tab, dll).
🎈 satu- satunya yang menarik bagi batita adalah ilustrasinya
🎈Mereka belum mengerti alur. Tulis cerita tanpa plot.
🎈Ukuran font besar
🎈Kosakata sederhana.
🎈Kalimat sederhana
🎈Berisi satu atau dua kalimat perhalaman.
🎈Jumlah 10-20 halaman
BALITA/PRESCHOOL
Buku anak preschool juga masih buku untuk dibacakan, bukan dibaca sendiri. Sudah bisa diberikan bentuk buku kertas. Seiring dengan perkembangan motorik halusnya, anak preschool menyukai dan sudah bisa menggunakan buku atraktif tanpa bantuan.
🎈Ilustrasi masih menjadi hal terpenting untuk anak-anak ini.
🎈Anda sudah mulai bisa memasukkan cerita tapi dengan plot sederhana.
🎈Ukuran font besar
🎈Kosakata masih sederhana.
🎈Kalimat sederhana, kalau bisa hindari kalimat majemuk.
🎈Berisi 2-5 kalimat per halaman
🎈Jumlah 20-24 halaman
SD KELAS RENDAH (kelas 1-3)
Buku dalam kategori ini bisa dibacakan dan bisa mulai dibaca sendiri oleh anak.
🎈Masih menggunakan ilustrasi penuh, tapi bukan satu-satunya yang menarik perhatiannya.
🎈Sudah tertarik pada plot dan mengerti plot yang sedikit kompleks.
🎈Bisa diperkenalkan kosa kata baru dan kalimat majemuk.
🎈Masih menggunakan font besar
🎈Jumlah kalimat 2-5 kalimat per halaman.
🎈Jumlah24-32 halaman
SD KELAS ATAS (kelas 4-6)
Pada tahap ini, anak sudah membaca sendiri. Anda juga sudah bisa membuat novel anak.
🎈Ilustrasi hanya pelengkap. Anak sudah membaca teks, bukan membaca ilustrasi.
🎈Plot bisa lebih kompleks dan lengkap.
🎈Kosa kata bisa diperluas. Boleh menggunakan kalimat majemuk. Mulai perkenalkan gaya bahasa.
🎈Jumlah kalimat dan halaman bisa lebih banyak.
Perlu diingat, pembagian kategori bukan pengkotak-kotakan yang tegas, bisa overlap. Misalnya buku untuk preeschool dibaca anak SD kelas rendah. Karena memang dalam memilih buku anak, disesuaikan dengan kemampuan baca anak, bukan berdasarkan umur. Karena itu, pada prakteknya, kaidahnya ini juga tidak berlaku mutlak. Bisa dinego jika ada kepentingan cerita. Misalnya menambah satu dua kalimat atau menghadirkan kosa kata baru.
Penulis boleh saja lepas dari kaidah selama hasil tulisannya masih terasa nyaman dan dimengerti anak.
TEKNIK MENULIS BUKU CERITA ANAK🍭
Setelah Anda tahu kategori mana pembaca Anda, Anda bisa mulai menulis dengan mencoba panduan kaidah yang saya berikan tadi. Teknik menulis buku anak secara umum bisa Anda dapatkan di buku-buku penulisan. Dalam kesempatan ini, saya berikan versi saya yang mudah-mudahan bisa memudahkan. Berbeda dengan naskah buku dewasa, naskah buku anak dibuat dalam bentuk tabel.
Contoh saya ingin membuat buku cerita kesehatan anak, dengan subtema alergi.
Saya mulai dengan menentukan jumlah halaman. Iya, langkah ini memang terdengar aneh, beda dengan menulis buku untuk dewasa. Tapi begitulah jalan pintasnya. Karena buku cerita Anak memang terbatas pada jumlah halaman. Buat dua kolom halaman kanan dan kiri seperti halaman isi buku. Halaman 1 berada di kolom kanan dan halaman terakhir di kolom kiri. Kecuali untuk boardbook halaman 1 mulai dari kiri.
Langsung set halaman template jika ada. Karena saya ingin memasukkan tips-tips dokter tapi saya tidak ingin tipsnya menggurui cerita anak, saya set satu lembar terakhir khusus tips dokter untuk dibaca orangtua. Anda tidak perlu terpaku dengan template ini, setiap penerbit berbeda. Kebetulan saya membuat buku seri, jadi template bisa dilihat di buku sebelumnya. Jika Anda tidak tahu templatenya, gunakan saja semua halaman untuk cerita Anda. Kurang lebihnya nanti ada proses revisi.
Tips untuk menghemat kalimat:
Teks anak tidak perlu banyak deskripsi. Manfaatkan ilustrasi untuk deskripsi.
Manfaatkan juga callouts/speech bubble jika perlu. Ingat, ini bukan komik, jadi callouts digunakan untuk menyuarakan ilustrasi saja, bukan percakapan penting, dan hanya berisi 1 atau dua kata.
Contoh teks:
Aku menyukai kucing Miki. Ia lucu sekali.
Perbaikan:
Hilangkan teks, gunakan Ilustrasi: Cika sedang tersenyum menatap Miki dan ada callouts “Lucunya…”
ILUSTRASI🍭
Banyak penulis yang bertanya, ‘saya ingin membuat buku cerita anak, tapi bagaimana ilustrasinya? Saya tidak bisa menggambar.’ Saya tekankan, penulis buku anak tidak harus bisa menggambar. Lalu ilustrasinya bagaimana?
Naskah yang saya terima banyak yang tidak pakai ilustrasi. Tidak masalah. Jika Anda bermaksud mengirim ke penerbit, maka Anda tidak perlu merepotkan ilustrasi. Penerbit yang akan mencarikan dan membayar ilustrator yang cocok untuk Anda. Penerbit memiliki banyak stok portofolio ilustrator. Editor akan mencari ilustrator yang gaya ilustrasinya cocok dengan rasa cerita Anda. Anda tinggal menulis brief di naskah Anda, ilustrasi seperti apa yang Anda inginkan di tiap halaman. Bahkan, jika Anda tidak terbayang ilustrasi yang bagus seperti apa, Anda boleh kosongkan.
Anda juga bisa mengirim buku yang sudah lengkap dengan ilustrasinya.
Saya pernah menemui, buku yang dikirim lengkap dengan ilustrasi. Kami suka dengan ceritanya, namun tidak dengan ilustrasinya, karena tidak sesuai dengan selera penerbit. Jadi sebelum penawaran kontrak, kami tanyakan dulu apakah ilustrasinya boleh kami ganti. Jika tidak, maka naskah ditolak. Jadi sebesar itu pengaruh ilustrasi terhadap buku cerita anak.
Jika Anda bermaksud menerbitkan cerita sendiri, Anda bebas mencari ilustrator dan Anda yang membayar ilustrator. Bisa dengan beli putus atau sharing royalti. Anda langsung berhubungan dengan ilustrator, termasuk untuk revisi, konsultasi, layout dan pembuatan cover.
SELF EDITING 🍭
🎈Cocokkan brief ilustrasi dengan teksnya
🎈Cek ilustrasi tiap halaman, jangan sampai ada ilustrasi yang mengulang atau hanya melakukan perubahan minor. Buat brief ilustrasi dengan angle berbeda jika masih satu adegan dengan halaman sebelumnya.
🎈Cek keefektifan teks. Contoh: Ibu sedang mencuci. Perbaiki: Ibu mencuci
🎈Cek tiap kosakata, apakah bisa dimengerti oleh pembaca Anda
🎈Cek keterbacaan dengan suara nyaring seperti mendongeng untuk memastikan teks yang Anda buat sudah enak dibaca anak-anak.
🎈tentu saja, cek typo.